10 Tips SEO Untuk Optimasi URL

URL

Bagi sebagian orang, URL mungkin hanya sebuah link biasa dari sebuah halaman web di internet. Tapi bagi seorang ahli SEO, URL menyimpan lebih banyak informasi penting dari lokasi halaman web. Ini memberikan sinyal informatif yang membantu mesin pencari memahami isi dari sebuah halaman, tujuan, dan target pasar. Seperti semua sinyal, beberapa ada yang kuat, dan beberapa bahkan ada yang hilang. Berikut adalah 10 tips bagaimana mengoptimasi URL pada sebuah web.

1. Sertakan target kata kunci yang tepat

Jika memungkinkan, sertakan target kata kunci atau frasa dalam URL kita. Hal ini mungkin sedikit sulit diterapkan di halaman home page, tetapi sangat mudah pada halaman layanan atau blog.

Bagaimana menargetkan kata kunci yang tepat untuk “hosting murah terbaik”?

  • URL yang baik: http://namadomain.com/web/hosting-murah-terbaik
  • URL yang buruk: http://namadomain.com/hosting

2. 301 redirect broken URL

Jika kita harus mengubah URL untuk alasan apapun, ingat bahwa itu berarti kita menghapus halaman yang mungkin telah di indeks Google dan situs lain yang terhubung dengan halaman tersebut. Tentunya kita tidak ingin peringkat halaman web kita dihapus oleh mesin pencari hanya karena tidak dapat menemukan konten di URL yang lama. Untuk menghindari hal ini, cukup beritahu mesin pencari dengan menambahkan 301 redirect dari URL lama ke URL baru kita.

3. Upload sebuah Favicon

Sebuah ikon kecil di samping URL browser adalah favicon. Menambahkan favicon memiliki banyak manfaat. Mesin pencari seperti Bing dan Google juga menggunakan favicon di dalam hasil pencarian. Favicons juga terlihat lebih menonjol di bookmark browser, membantu untuk pengenalan merk dan kepercayaan.

Mungkin tidak ada hubungannya favicon dengan SEO secara langsung, tapi memiliki sebuah favicon jelas akan lebih menarik bagi sebuah website.

4. Gunakan URL Canonical URL

Halaman dinamis kadang-kadang bisa membuat duplikat konten, dan kita tidak ingin mendapat masalah untuk sesuatu yang tidak disengaja. Untuk menghindari hal ini, maka gunakan URL canonical.

Berikut adalah beberapa cara penting untuk menggunakan canonical URL:

Konten dinamis

Jika kita ingin http://namadoamin.com/web/hosting-murah-terbaik menjadi URL yang lebih disukai, meskipun mengakses konten yang sama, maka tambahkan sebuah rel=”canonical” di head dari setiap halaman dengan konten yang sama. Hal ini akan memberitahu mesin pencari hanya mengindeks http://namadomain.com/web/hosting-murah-terbaik.

Contoh penggunaan rel = “canonical”
<link rel =”canonical” href=”http://namadomain.com/web/hosting-murah-terbaik”/>

Preferred Domain Redirect

Hindari kemungkinan Google dan mesin pencari lainnya berpikir bahwa kita memiliki duplikat konten. namadomain.com dan www.namadomain.com dipandang sebagai dua website yang berbeda di mata mesin pencari. Untuk mengatasinya, atur preferred domain redirect sebagai namadomain.com atau www.namadomain.com. Hal ini akan mengarahkan non-preferred domain kita ke preferred domain kita.

Canonicalize IP

Ini adalah cara lain untuk menghindari sanksi untuk duolikat konten. Cukup dengan mengarahkan alamat IP kita ke preferred domain kita. Jika tidak, mesin pencari mungkin berpikir alamat IP dan website kita adalah dua website yang berbeda dengan konten yang sama persis.

5. Tambahkan URL mobile ke Sitemap

Beritahu mesin pencari utama seperti Google halaman web pada situs kita adalah mobile friendly dalam sitemap. Halaman mobile friendly cenderung memiliki peringkat yang lebih tinggi dalam hasil pencarian mobile.

Beberapa orang mengatakan kita tidak perlu menunjukkan halaman mobile friendly jika situs kita telah responsif. Tapi untuk lebih amannya, banyak yang masih menyertakan URL mobile responsive dalam sitemap.

6. Block Bad URL dengan Robots.txt

Hindari sanksi untuk duplikat konten dengan memblokir mesin pencari dari mengindeks beberapa URL dengan konten yang sama dan URL yang bermasalah lainnya.

7. Jangan gunakan huruf kapital

Hindari penggunaan huruf kapital pada URL. Huruf kapital hanya akan membingungkan semua orang, termasuk juga mesin pencari. Namadomain.com/target-keyword dan namadomain.com/Target-Keyword merupakan dua URL yang berbeda.

8. Top Content dalam Top Folders

Mesin pencari sering mempertimbangkan halaman web dalam folder root kita sebagai konten tingkat atas dan konten yang mungkin lebih baik. Jadi, berhati-hatilah dan strategis dalam menyusun URL. Struktur URL dapat menjadi sinyal yang penting dari setiap halaman di situs kita.

  • Authority baik: http://namadomain.com/target-keyword
  • Authority kurang: http://namadomain.com/category/target-keyword

9. Gunakan tanda hubung (hyphens), bukan garis bawah (underscores)

Jika kita ingin memisahkan kata-kata dalam URL, sebaiknya gunakan strip (tanda hubung), bukan garis bawah. Google sudah sangat jelas menjelaskan tentang hal ini. Algoritma Google ditulis untuk membaca tanda hubung, bukan garis bawah. Jadi, jika kita ingin mendapatkan peringkat tinggi dalam mesin pencari terbesar di dunia, maka kita harus mengikuti aturan mereka.

  • URL yang benar: http://namadomain.com/hosting-murah-terbaik
  • URL yang salah: http://namadomain.com/hosting_murah_terbaik

10. URL harus mudah dibaca

Terakhir, dan yang paling penting dari semuanya adalah pastikan bahwa URL harus mudah dibaca. Hal ini karena orang akan membaca URL terlebih dahulu sebelum mengkliknya. Oleh karena itu, mesin pencari menggunakan pendekatan yang sama pada sebuah URL. Jadi, ketika URL sulit dibaca atau tidak jelas, maka mesin pencari pun juga akan kesulitan untuk mengindeks halaman website kita.

Contoh: Jika Anda ingin membeli hosting yang murah, URL mana yang akan Anda klik?

  • URL benar: http://namadomain.com/hosting-murah-terbaik
  • URL salah: http://namadomain.com/index.php?=6512524=t55=?p=127

Nah, itulah 10 tips SEO untuk optimasi URL website. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *