5 Tips Jitu Merubah Desain Grafis ke Desain UX

Examples-for-Great-UX

 

Bergeser dari kepopuleran poster dan majalah, ranah desain di era digital seperti sekarang memiliki kerumitan yang lebih tinggi. Desainer dituntut untuk mampu memahami berbagai aspek dalam desain dan mengikuti alur proses untuk memastikan karya kita berfungsi.

Jika kamu seorang desainer grafis,ada baiknya jika mempelajari User Experience (UX) untuk membantu memahami secara tepat apa dan tujuan penggunaan hasil kreasimu. Apa itu desain UX? Terdapat beberapa jawaban yang berbeda, namun biasanya jawaban tersebut meliputi setiap proses desain yang dilakukan dalam dunia digital (dan dunia nyata), termasuk riset, arsitektur informasi, pembuatan wireframe dan desain interaksi, desain visual, uji kebergunaan, dan lain-lain.

UX meliputi proses desain pengalaman pengguna terhadap sebuah brand, produk, atau jasa. Desainer UX harus dapat menjawab pertanyaan siapa, apa, mengapa, bagaimana, kapan, dan dimana terkait desain suatu produk atau jasa, sejak awal sampai selesai.

Berikut 5 tips untuk diingat untuk merubah desain grafis ke desain UX.

  1. Tidak Menjadi “Ahli” Desain

Expert-by-Pete-Prodoehl-on-Flickr

Desainer UX terbaik adalah dia yang tidak mengetahui jawaban. Hal ini terdengar aneh, namun ada benarnya. Setiap desain memiliki pengguna, tujuan, dan masalah yang berbeda untuk diselesaikan. Ingat untuk tetap berpikiran terbuka saat membahas suatu proyek. Lebih penting untuk mengetauhi apa yang akan ditanyakan daripada untuk mengetahui seluruh jawabannya.

Saat kamu bekerja untuk klien, memiliki jawaban saja tidak cukup. Kamu harus mampu menunjukkan bagaimana dan mengapa jawabanmu masuk akal.

  1. Fokus pada Tujuan

Walau terdapat banyak contoh desain interaksi yang kreatif dan menarik dengan animasi yang keren atau unik, desainer UX akan lebih memperhatikan apakah pengguna dapat mencapai tujuan atau tidak. Form pendaftaran yang efektif lebih penting daripada yang berseni.

Untuk mendesain sesuatu yang efektif, mengetahui siapa pengguna brandmu dan masalah apa yang sedang berusaha diselesaikan

  1. Buatlah Rencana Kasar

Wireframing

Jika kamu memiliki latar belakang desain grafis, mengutak-atik pixels di sekitar layar mungkin menjadi aspek yang paling kamu nikmati. Namun, masalah yang akan dihadapi jika memulai dengan desain visual terlalu dini, adalah kamu akan memfokuskan perhatikan pada bagaimana penampilannya, bukan bagaimana cara kerja dan kegunaannya. Ingat, visitor tidak mengunjungi websitemu, aplikasi atau servis untuk melihat desain yang bagus. Apa yang sesungguhnya mereka inginkan adalah kontennya.

Wireframes (terutama yang kasar) adalah cara terbaik untuk merencanakan dengan cepat dari apa menuju kemana. Sama seperti director menggunakan storyboards untuk menciptakan sebuah film dan tidaklah langsung mengambil gambar begitu saja, desainer yang baik akan menggunakan wireframes atau bahkan yang lebih baik lagi, prototype wireframe yang clickable, untuk membuat cerita. Tapi kamu harus berhati-hati untuk tidak terlalu fokus pada wireframe-mu. Kamu cukup memastikan konten yang dibuat bekerja dengan baik.

  1. Desain untuk Informasi

Salah satu aspek penting dari desain yang baik tidak ada hubungannya dengan pixel, warna atau tipografi. Yang penting adalah konten yang ada di dalam desain tersebut. Pada akhirnya, orang menggunakan website dan aplikasi bukan karena desainnya yang bagus, tapi karena mereka menginginkan kontennya—apakah itu berarti hasil pencarian, forecasts atau musik.

Untuk mendesain sebuah aplikasi atau website yang user-friendly, sangat penting untuk membuat pengguna mudah menemukan dan memahami kontennya. Tampilan menu harus diorganisir dengan rapi dan gunakan bahasa yang dimengerti. Beberapa kata ada yang memiliki beberapa makna, jadi putuskan dengan baik solusi desain terbaik untuk elemen-element krusial seperti navigasi dan menu.

  1. Mulai dari Kelebihan Diri Sendiri

W_Minshull

Karena UX mencakup banyak aspek ilmu, banyak orang yang memilih untuk mengambil spesialis di area yang spesifik seperti riset, desain visual atau arsitektur informasi. Saran terbaik adalah dengan memulai dari mengetahui kelebihanmu dan pilih beberapa aspek di sekitarnya yang kamu mungkin sukai/kuasai. Saat ini, perusahaan telah meninggikan ekspetasi mereka akan desainer, jadi penting untuk tidak berhenti belajar dan berkembang.

Oleh karena itu, menjadi seorang ahli desain grafis merupakan awalan yang baik untuk menjadi desainer UX yang sukses. Dunia desain user experience masih penuh dengan banyak peluang untuk mengembangkan karir kreatifmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *