Apa Pengaruh DNS (Domain Name Server) dalam Web Hosting?

DNS

Sebelum memahami apa pengaruh DNS dalam web hosting, penting untuk mengenal lebih dalam semua tentang DNS. DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer. Misalnya, pengguna mengetikan www.google.com.au di kolom pencarian browser, kemudian terjadi request yang dikirimkan ke DNS server lokal, dan kemudian secara rekursif DNS server lokal akan bertanya pada DNS server lain untuk menemukan record yang diminta. Selanjutnya, DNS akan menggunakan IP untuk menemukan server memiliki alamat www.google.com.au.

DNS pada dasarnya merupakan suatu sistem penamaan hirarkis jaringan yang mirip dengan buku telepon. DNS menyimpan semua informasi tentang lokasi website, dan mengubah nama domain dari kata-kata yang dapat dibaca oleh manusia ke dalam format yang mendukung komunikasi komputer yaitu IP Address.

Pengelolaan Domain

Domain lebih dari sekedar nama sederhana. Nama domain dapat dikelola sendiri oleh registrar atau perusahaan penyedia domain tersebut. Setelah pendaftaran domain dilakukan, maka akan tercatat dalam database otoratif masing-masing organisasi internet berdasarkan ekstensi domain. Misalnya, AUDA mengelola ekstensi .au. Hal ini membantu untuk mencegah dua nama domain yang sama, dan memastikan bahwa hanya satu record yang benar untuk setiap nama domain.

Ketika DNS melihat nama domain, itu dilakukan dengan cara terbalik kita membacanya. Misalnya, www.google.com.au, DNS pertama kali akan mencari pada kelompok eksteni .au yang kemudian dipersempit ke kelompok .com.au dan terakhir memeriksa record google.com.au.

Ini disebut dengan proses pencarian rekrusif, dan terjadi pada TLD (Top-Level-Domain) Name Server, yang kemudian mengembalikan Authoritative NS (Name Server) yang memiliki domain name record. NS record terhubung ke sebuah nama domain yang menunjukkan authoritative name server, yang memiliki host file.

Mengapa DNS itu penting?

Bagi sebagian pengguna yang baru mengenal web hosting mungkin akan bingung tentang DNS. Pada satu titik lain, kita mungkin juga harus memperbaharui rincian seperti CNAME records, A records, NS records, dan MX records. Setiap update ini memiliki konsekuensi yang mendalam, sehingga sangat penting untuk mendapatkan hal yang benar.

Jika kita ingin memodifikasi authoritative name servers atau lokasi ke host baru, itu berarti kita perlu mengubah NS records. Ini harus dilakukan pada registrar. Untuk memodifikasi IP address sebuah website, kita harus mengubah zona file. Modifikasi ini harus dilakukan pada authoritative name server dari domain.

Memahami proses kerja DNS, beberapa proses teknis dan istilah yang terkait lainnya akan memberikan memberikan wawasan yang baik ke dalam cara kerja dari internet, selain itu juga dapat mengurangi kebingungan dalam proses modifikasi website records. Jika kamu masih ragu-ragu tentang konfigurasi DNS atau menambahkan pengaturan yang diperlukan, mintalah bantuan pada layanan pelanggan penyedia hosting yang akan membantu kita dalam memperbarui records atau memberikan beberapa tutorial dasar.

Itulah ulasan mengenai pengaruh DNS dalam web hosting, semoga dapat membantu pemula dalam proses pengelolaan DNS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *