Ketahui 10 Trik Ampuh SEO Dalam Menyusun Struktur URL

struktur URL

Telah banyak blog maupun media sosial lainnya yang sering membahas tentang dasar-dasar SEO, seperti struktur nama domain dan URL. Namun mungkin kini saatnya untuk meninjau kembali SEO website kita, khususnya tentang struktur URL yang baik.

Kuncinya dalam SEO adalah semakin mudah kita membuat sesuatu untuk mesin pencari (dan untuk pengguna), maka hasilnya akan semakin baik.

1. Gunakan single domain dan subdomain

Masih ada pro dan kontra tentang hal ini apakah bisa membantu meningkatkan SEO website atau tidak. Tapi, secara heuristik mesin pencari akan menilai apakah konten pada subdomain relevan dengan domain utamanya.

Namun, jika subdomain adalah satu-satunya cara untuk membuat blog atau menghasilkan konten yang dibutuhkan maka itu lebih baik daripada tidak. Setidaknya kita memiliki peluang untuk membantu seluruh konten pada domain utama tampil lebih baik dalam hasil pencarian jika semua berada di satu sub dan root domain.

2. Semakin mudah dibaca, semakin baik

Ini bukan lah sesuatu yang mengherankan bahwa URL yang mudah dibaca manusia, juga akan semakin baik untuk mesin pencari. Aksesibilitas selalu menjadi bagian dari SEO, hal itu sejak mesin pencari mampu mengidentifikasi pengguna dan data usage untuk menentukan keterlibatan seseorang.

Kuncinya adalah bahwa tidak semua aspek dari URL harus benar-benar bersih dan sempurna, tapi setidaknya bisa dengan mudah dipahami dan terlebih jika bisa membuat orang tertarik untuk mencari tahu dan membaca isinya.

3. Sertakan kata kunci pada URL

Menggunakan kata kunci tertarget pada URL adalah ide yang bagus. Hal ini karena beberapa alasan berikut:

Pertama, kata kunci pada URL membantu menunjukkan kepada siapa saja yang melihat URL kita di media sosial, email, dan lainnya.

Kedua, ketika URL dicopy dan paste secara berulang-ulang, dan ketika tidak ada anchor teks yang digunakan dalam link, URL sendiri akan berfungsi sebagai anchor teks yang kuat dalam peringkat.

Ketiga, dan pada akhirnya kata kunci pada URL muncul dalam hasil pencarian, dan riset telah menunjukkan bahwa URL adalah salah satu elemen yang paling menonjol bagi pengguna ketika memilih situs yang ingin dikunjungi.

4. Gunakan Canonicalize untuk beberapa URL dengan konten yang sama

Jika kita memiliki dua URL yang menyediakan konten tang sangat mirip, pertimbangkan canonicalizing, gunakan 301 redirect (jika tidak ada alasan yang kuat untuk mempertahankan duplikat konten) atau rel=canonical (jika kita ingin mempertahankan versi yang sedikit berbeda untuk beberapa pengunjung).

Duplikat konten tidak sepenuhnya akan mendapatkan pinalti dari mesin pencari (kecuali duplikat konten dalam skala yang sangat besar). Meskipun begitu, itu bisa menyebabkan perpecahan sinyal yang bisa menurunkan traffic pencarian. Jika Halaman A memiliki kuantitas peringkat dan duplikat, Halaman A2 juga memiliki kuantitas peringkat yang sama, dengan canonicalizing keduanya bisa memiliki kesempatan yang lebih baik dalam peringkat dan mendapatkan kunjungan.

5. Hindari parameter dinamis bila memungkinkan

Beberapa parameter dinamis digunakan untuk melacak klik (seperti yang digunakan oleh aplikasi social sharing Buffer). Secara umum, ini tidak menimbulkan masalah besar, tetapi mungkin membuat URL sedikit tidak enak untuk dibaca dan terlalu panjang. Gunakan penilaianmu sendiri tentang parameter dinamis apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan dampak negatifnya.

Penelitian dari RadiumOne tahun 2014 menunjukkan bahwa social sharing (memiliki dampak positif, tapi biasanya tidak langsung pada SEO) dengan pemendek URL yang jelas tampil lebih baik daripada tanpa pemendek URL atau string URL yang tidak jelas.

6. URL pendek lebih baik

Secara umum, URL yang pendek jauh lebih baik. Jika URL kurang dari 50-60 karakter kita tidak perlu lagi pusing memikirkannya, karena itu sudah cukup bagus. Tapi jika URL lebih dari 100 karakter, mungkin kita perlu menulisnya ulang.

Hal ini bukan masalah langsung dengan Google atau Bing, karena mesin pencari tetap bisa memproses URL yang panjang tanpa banyak kesulitan. Persoalannya adalah terletak pada kegunaan dan pengalaman pengguna. URL yang lebih pendek lebih mudah untuk diuraikan, copy, dan paste untuk berbagi di media sosial.

7. Sesuaikan URL dengan judul

Ini tidak berarti bahwa antara judul dan URL harus benar-benar sama, yang terpenting disini adalah URL tetap jelas dan enak untuk dibaca. Misalnya judul “Jasa Penyedia Hosting dan Domain Murah”, kita bisa membuat URL tetap pendek dan jelas seperti “hostingyogyakarta.com/hosting-dan-domain-murah”.

8. Hindari penggunaan karakter tanda baca berat

Ada sejumlah karakter yang menjadi bit yang kurang bagus dan sulit dibaca ketika dimasukkan kedalam string URL. Secara umum kita harus menghapus atau mengontrol hal ini. Berikut daftar karakternya:

1

9. Berhati-hati dengan case sensitive

Beberapa tahun yang lalu, John Sherrod of Search Discovery menulis tentang tantangan dan isu-isu seputar sensitivitas dalam URL. Intinya adalah jika menggunakan Microsoft/IIS server, tidak menjadi masalah. Tapi jika menggunakan hosting Linux/Unix, kita akan mendapatkan masalah tentang hal ini.

2

Solusinya adalah jika kita menggunakan hosting Linux/Unix bisa secara otomatis mengarahkan/canonicalize ke link yang benar. Gunakan protokol htaccess untuk mengatur masalah ini.

10. Jangan mengulang-ulang kata kunci

Hindari penggunaan kata kunci yang berulang-ulang pada URL, Karena itu justru hanya akan membuat blog/website kita dianggap spam oleh mesin pencari.

Jadi, sebaiknya gunakan kata kunci sewajarnya dalam URL, jangan terlalu mencolok dan jangan terlihat kurang.

Itulah 10 tips bagaimana membangun struktur URL yang baik untuk dalam SEO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *