Pro Dan Kontra Menggunakan Sosial Media Untuk Branding Anda

12Media Sosial

Saat ini semakin banyak platform sosial media yang mampu menunjang proses branding. Banyak fitur-fitur baru yang diberikan untuk memberi kemudahan dan memiliki banyak manfaat bagi penggunanya. Misalnya Facebook yang sekarang menambahkan fitur story (foto dan video yang hilang setelah 24 jam), Instagram yang menawarkan stiker dan filter untuk merapikan konten, dan sebagainya. Semua fitur ini menimbulkan pertanyaan: Jika semua platform sosial media mulai menawarkan fitur yang berbagai macam fungsi, manakah yang terbaik untuk klien atau bisnis Anda? Berikut adalah beberapa pro dan kontra dari masing-masing platform yang dapat dipelajari untuk proses branding Anda.

Pro Dan Kontra Untuk Platform Sosial Media

Sosial Media: Snapchat

Snapchat Pro

Generasi Z adalah generasi yang paling banyak menggunakan Snapchat. Jika tujuan Anda menjangkau audiens yang lebih muda, inilah saluran yang bisa membantu Anda mencapainya. Pertimbangkan untuk menjadi perusahaan yang mempublikasi konten dengan baik dan jaga pesan Anda agar bisa diterjemahkan dengan baik. Hal ini menuntut Anda untuk menjadi semakin kreatif dalam menyajikan konten.

Snapchat Kontra

Audiens dari generasi milenial semakin menyusut pada Snapchat (meskipun share masih terus meningkat dari 45 ke 54). Ini menunjukkan adanya perpindahan audiens milenial ke saluran lainnya. Generasi milenial tumbuh sebagai pembeli sekaligus orang yang lebih tua dan membimbing generasi Z. Jika generasi milenial telah berpindah, maka Snapchat mungkin bukan cara terbaik untuk mencapainya. Bagaimanapun, biasanya generasi Z masih memerlukan adanya generasi milenial untuk mendapat persetujuan pembelian.

Sosial Media: Instagram

Instagram Stories Pro

Semenjak Instagram menambahkan fitur stories seperti yang dimiliki Snapchat sebelumnya, Instagram kini sangat prima untuk mengambil alih. Instagram telah melampaui pencapaian Snapchat untuk generasi milenial. Menurut The Next Web, ada 200 juta pengguna harian pada Instagram Stories dan 158 juta pengguna harian pada Snapchat.

Instagram Stories Kontra

Semakin muda pengguna, semakin sedikit utilitas yang mereka lihat di Instagram dan storiesnya. Postingan yang ditampilkan di Instagram Stories dianggap sebagai pengganti Snapchat yang buruk. Namun, generasi Z dan beberapa generasi milenial tetap setia pada platform yang menurut mereka lebih orisinil yaitu Snapchat. Survei Adweek meminta 511 pengguna Instagram dan Snapchat berusia antara 13-34 untuk menunjukkan bagaimana perasaan mereka terhadap dua saluran tersebut. Hasilnya, 64 persen mengatakan bahwa Snapchat adalah aplikasi yang “lebih keren”.

Sosial Media: Facebook

Facebook Stories Pro

Facebook adalah platform raksasa saat membahas mengenai jumlah pengguna (1,23 miliar pengguna tahunan, data per Desember 2016). Ini berarti Facebook menjadi platform yang memiliki jangkauan tinggi dan eksposur potensial bagi pemasang iklan dan pebisnis. Bagi pengguna Facebook yang tidak berada di Instagram atau Snapchat, Facebook Stories memberikan fitur yang menyenangkan dan memperluas jumlah waktu pengguna untuk berada di platform ini. Facebook Stories juga menjadi kunci pengukuran dalam penggunaan Facebook sehari-hari.

Facebook Stories Kontra

Seperti yang telah dikemukakan oleh pengguna Snapchat mengenai responnya terhadap Instagram Stories, fitur imitasi mungkin tidak akan memenangkan hati pengguna generasi Z dan milenial yang setia pada Snapchat.

Saat menentukan apakah fitur story berguna bagi Anda secara pribadi, bisnis, atau klien, maka pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Anggaran
  • Personalisasi dari bisnis, brand, atau klien Anda
  • Sumber daya untuk berinteraksi dengan orang lain di platform tersebut
  • Mampu untuk menjadi konsisten dalam menyajikan konten dan terus aktif dalam memberi sesuatu yang menarik dan berbeda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *